var adfly_id = 5799824; var adfly_advert = 'int'; va

Rabu, 31 Oktober 2012

gedung itu


Di gedung itu kami berhadapan. 

Baru berkenalan, Cuma berpandangan
Sungguhpun samudra jiwa sudah saling menyela.

Masih saja berpandangan
Dalam lakon pertama

Ia mengerling. Ia ketawa
Dan rumput kering terus menyala
Ia berkata. Suaranya nyaring tinggi
Darahku terhenti berlari

Cerita Sigambal


Saat kerinduan bertengger di atas qalbu
menjadikan hasrat untuk bertemu

Lelaki membisu menunggu fajar
saat glora asmara sedang menggebu
berkilo  meter jarak yang di tempuh
untuk bertemu sang ratu

pagi itu  dibawah sinar rembulan
saat suasana masih senyap sepi
bahkan lampu jalananpun masih kedinginan
namun ia tetap datang menemui sang pujaan

pertemuan yang singkat cukup membahagiakan
senyum dan tawa menjadi pengobat rindu
cumbu dan rayu menjadi pengikat qalbu
sebuah kecupan menjadikan asmara semakin menggebu
menjunjung kasih cinta setia
mabuk kepayang sekelip mata
ingin membina istana dari permata

tiap detik sungguh indah
hingga terbuai dibuatnya
persimpangan jalan dan pos polisi menjadi saksi bisu
saat tetes air mata singgah di hamparannya
melihat puajaan pergi meninggalkannya

relung rindu kini kembali
entah kapan kan terobati




buat seseorang yang kunanti