RETORIKA
KEPROTOKOLER DAN METODE DISKUSI (RKMD)
OLEH
Syawal
efendi tarigan
Instruktur
HMI Cabang Pematangsiantar-Siamlungun
Tujuan umum : Peserta
paham dan mampu mengaplikasikan Materi RKMD dan aktivitas organisasi dan kehiduan
sehari-hari.
Tujuan Khusus : 1.
Peserta paham defenisi RKMD
2.
Peserta mampu mempraktekkan RKMD
Bahan-bahan
: 1.
Spidol
2. Kertas Plano
3. Doubletip
4. White Board
5. Karton
Waktu :
120 Menit
Pokok Bahasan : - Defenisi Retorika
-
Tujuan
Retorika
-
Jenis
Retorika
-
Defenisi
Keprotokoleran
-
Perbedaan
Protokol dan MC
-
Keprotokoleran
di HMI
-
Defenisi
Metode Diskusi
-
Jenis
Diskusi
-
Komponen
Diskusi
-
Ketentuan
dalam persidangan di HMI
Proses : Langkah I ( 20 Menit)
a.
Kondisikan
forum
b.
Brainstorming
Peserta
Langkah II ( 40
Menit )
a.
Sampaikan
materi sesuai dengan urutan pokok bahasan
b.
Melakukan
tanya jawab dengan peserta bersma pengelola
Langkah III (5
Menit)
Membagi peserta kedalam 6 kelompok
1.
Konsep
Rapat pemilihan ketua panitia MOP
2.
Pembukaan
LK I
3.
Kampanye
pemilihan Ketua Umum
4.
Kampanye
Pemilihan Senat Mahasiswa
5.
Aksi
kenaikan SPP
6.
Diskusi
bahaya Narkoba bagi remaja masa kini
Langkah IV ( 10
menit)
Mempersiapkan konsep untuk praktek kelompok
Langlah V (30
Menit)
Meminta peserta kelompok untuk praktekkan konsep masing Kelompok
Meminta peserta yang lain
memperhatikan kelompok yag tampil
Langkah VI (15
Menit )
1.
Simpulkan materi RKMD
2.
Mengajak
semua peserta mempraktekkannya dalam kehidupan berorganisasi dan sehari-hari.
3.
tutup materi dengan skor Forum.
Metode : 1. Ceramah
2. Tanya
Jawab
3. Diskusi
4. Simulasi
RETORIKA
KEPROTOKOLER DAN METODE DISKUSI (RKMD)
RETORIKA
Defenisi Retorika
Retorika adalah kecakapan
berpidato didepan umum (Study retorica
Di Sirikkusa Ibu Kota sisia Yunani abad Ke 5 SM), retorika (dari bahasa Yunani,
Rhetorica, Orator Teacher) adalah sebuah teknik pembujuk rayuan secara persuasi
untk menghasilkan bujukan dengan melalui krakter pembicara, emosional atau
argumen(logo),Awalnya Aristoteles mencetuskan dalam sebuah dialog sebelum
sebelum The Rhetoric dengan judul Grullos atau Plato menulis dalam Gorgias
secara umum adalah seni manifulatif atau teknik persuasi politik yang berifat
transaksional dengan menggunakan lambang atau mengidentfikasikan pembicara
dengan pendengar melaui pidato.
Beberapa defnisi tentang Retorika
v Socrates Retorika adalah memberikan suatu
kasus lewat bertutur
v Aristoteles Retorika ilmu yang mengajarkan
orang tentang keterampilan tetang menemukan sarana persuasif yang objektif dari
suatu kasus
v Richard Retorika Study yang mempelajari
kesalahpahaman serta penemuan saran pengobatannya
v Retorika adalah yang mengajarkan tindak
dan usaha yang efektif dalam persiapan, pemetaan dan penampilan tutur untuk
membina saling pengertian dan kerja sama serta kedamaian dalam kehidupan
bermasyarakat.
Tujuan Retorika
Tujuan retorika adalah
persuasi, yang dimaksudkan dalam persuasi
dalam hubungan ini adalah yakinnya peanggap penutur (pendengar) akan
kebenaran gagasan topik tutur (hal yang di bicarakan si penutur(si pembicara).
Artinya bahwa tujuan retorika adalah membina saling pengertian yang
mengembangkan kerja sama dalam menumbuhkan kedamaian dalam kehidupan
bermasyarakat lewat kegitan bertutur.
Beberapa dimensi Ideologi retorika
- Dimensi Filosofis kemanusiaan dari dimensi ini kita mengedepankan pemahaman dari sudut identitas (cir pembeda antara ektensi identitas pembedanya.
- dimensi teknis berbicara adalah sebuah tekhnik penggunaan simbol dalam proses interaksi imformasi
- dimensi proses penampakan diri atau aktualisasi diri berbicara itu adalah salah satu keperluan yang tak bisa ditinggalkan.
- Dimensi teologis menampaikan ajaran agama sesuatu yang wajib (dakwah)
Jenis Retorika
Pada gais besarnya retorika ada 3 jenis
- Ceremonial Rhetoric
Pidato atau pembicaraan pada acara resmi (khusus),
harus memahami fugsi sehingga apat menyesuaikan isi pidato, dengan kondisi dan
situasi acara.Misalna khutbah jumat, pidato dalam rapat umum, orasi ilmiah,
seminar, penutupan acara konferensi.
- Political Rhetoric
Pidato yang bersifas politis. harus berisikan
harapan politis, dan diberangi dengan program(visi.misi,dan konsepsi) yang akan
diperjuangkan nantinya setelah menjabat. Selain itu juga harus dimasukkan kelmahan golongan lain untuk merangsang. Dan
mempengaruhi massa agar simpatik dam memberi dukungan.
- Forensic Rhetiric
Pidato ataw pembicaraan untuk menumbuhkan rasa
keadilan dalam sidang-sidang dipengadilan. Harus dilengkapi argumen Yuridisyang
isinya mencari keadilan hukum untuk mencapai ketepatan dalam mengambil keputusan
oleh hakim.
Ada juga yang membagi retorika SBB:
1)
Pidato
Ilmiah
2)
Pidato
penerangan
3)
Pidato
religi (khutbah)
4)
Pidato
Agitasi (reklame)
5)
Pidato
Propoganda
6)
Pidato
Keuarga
7)
Pidato
Kampanye
Hal yang
diperhatikan dalam pidato ada tiga aspek
a. aspek
pembicaraam
- sikap tubuh
- mimik
- intonasi
- cara pakaian
b. aspek ekternal
1. Pendidikan
2. Usia
3. Jenis Kelamin
4. keluarga
c. aspek
Lingkungan
1. waktu
2. tempat
3. Media.
PROTOKOLERAN
Defenisi
Keprotokleran merupakan cara mengkonsep
suatu acara melalui tata cara, tata hormat, dan tata tempat.
Protokol adalah orang yang menyusun acara sedangkan MC adalah orang yang
memandu dan membawakan acara.
Susunan Opening Ceremonial acara formal HMI
·
Pembuakaan
·
Pembacaan Ayat Suci Alquran
·
Upacara Nasional
·
Laporan ketua panitian pelaksana
·
Kata sambutan ( dari yang rendah ketinggi,dan
dibuka ketua umum)
·
Do’a
·
Penutup
Tata Hormat
o
Kepengurusan HMI yang paling tinggi
o
Alumni, senioren, undangan pejabat pemerintah
Tata Tempat
§
Duduk menghadap Podium
§ Berdera HMI dan bendera merah putih
§ Spanduk
§ Peralatan (simbol HMI)
METODE
DISKUSI
Defenisi Diskusi
Diskusi merupakan
komunikasi dua arah yang memilki tujuan dan membahas suatu permasalahan. Jenis
diskusi terdiri dari diskusi Formal yakni diskusi yang diakukan dengan memilki
sistematika dan perencanaan agenda yang jelas serta diskusi infromal yakni
diskusi lepas tanpa perencanaan yang sistematis.
Metode
Metode merupakan suatu cara atau teknis yang
akan digunakan, dengan kata lain metode diskusi merupakan suatu cara yag akan
dilakukan dalam melaksanakan diskusi.
Jenis Diskusi
-
Panel
yakni tidak ada kesimpulan
-
Seminar
yakni ada kesimpulan
-
Whorkshop
yakni teori/praktek (simulasi)
-
Lokakarya
yakni hasil merajuk pada suatu keputusan UU, dan berkelanjutan
-
Simposium
yakni diskusi hasi tertentu
-
Sarahsehan
yakni sederhana non formal
-
Debat
yakni tidak mengarah pada kebenaran
-
Talk
Show Yakni tanya jawab
-
Bedah
Buku yakni membedah buku dengan menghadirkan pembanding.
Komponen Diskusi
- Moderator
- Pembicara
- Pembanding
- Audience
- Notulis
Notulen adalah
catatan seminar yang berisi pendahuuan mengenai jenis acara, tanggal, tempat,
narasumber, jumlah peserta kemudian isi dan kesimpulan.
Dalam metode
diskusi ada dua hal yang harus diperhatikan
- Presidium sidang aturan yang dimiliki lebih dari satu atau harus ganjil
- satu orang ditunjuk sebagi pimpinan
- pimpinan harus memakai simbol HMI
Ketentuan dalam
persidangan
Pengucapan Bismillah dilakukan dalam
membuka sidang,
Ketukan palu sidang
- 1 Kali kesepakatan, ≤ 15 menit skor, PK keputusan
- 2 Kali skor forum ≥ 15 menit
- 3 Kali - Membuka acara/sidang
- Menutup acara/sidang
- Keputusan
pengesahan/ketetapan
Interupsi (sanggahan)
v
Informasi : Memberikan informasi
v
Kalarifikasi : Memberikan klarifikasi
v
Point
of Order : Meluruskan pembicaraan
menyimpang (tidak pada bahasan)
v
Previlege : berisikan dengan etika dan menyinggug
perasaan anggota forum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan komentar