var adfly_id = 5799824; var adfly_advert = 'int'; va

Kamis, 22 Agustus 2013

ku pinang hati mu

Kelembutan hatimu membuatku terpana. . .
Melihat kehindahan Rembulan,
Sama seperti melihat keindahan wajahmu.

Sungguh kuat diri mu menghadapi ku. . .
Menghadapi keaadaanku yg begitu nyata.
kau rasakan penderitaan mu sendirian.
Dan mengukur penderitaan diatas mimpi . . .

Walau kau hanya Bidadari tanpa sayap,
Tapi kelembutan hati mu membuat ku meminang hatimu

DARI SUDUT PANDANG POLITIK INDONESIA BELUM MERDEKA


DARI SUDUT PANDANG POLITIK
INDONESIA BELUM MERDEKA

Sudah 68 tahun Indonesia merdeka dari penjajah, namun banyak sisi yang harus kita kaji bahwa sesungguhnya bangsa ini belumlah merdeka dalam artian sebenar-benarnya. Sejatinya, masih banyak warga Indonesia yang terjerat berbagai belenggu seperti kemiskinan, budaya, dan moral yang menjadikan bangsa ini tidak bisa dikatakan merdeka. Jika dilihat dari berbagai sisi, kemerdekaan yang dirasakan bangsa Indonesia masih kemerdekaan semu. Dari sisi ekonomi, politik, budaya, dan aspek lainnya. Kita masih terjajah
Dari segi politik misalnya bangsa ini sangat sering di prifatisasi oleh pihak asing baik dalam pembuatan - undang undang maupun keputusan politik terkait prekonomian. misalnya Undang-undang No 1 tahun 1967 Tentang Penanaman Modal Asing, yang dirancang, dirumuskan, diarahkan, dikoreksi oleh Amerika Serikat disahkan pada 10 Januari 1967.
Tanggal 12 Maret 1967 Soekarno menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto. 24 hari kemudian, tepatnya tanggal 7 April 1967 kontrak karya dengan Freeport Sulphur untuk mengexploitasi pertambangan tembaga di gunung Ertsberg, di Kabupaten Fakfak, Irian Barat.


Hingga saat ini sistem perpolitikan di republik ini masih jauh dari kata merdeka, beberapa waktu yang lalu kita juga mendengar tentang undang-undang perkoperasian yang saat ini sedang proses uji materil di Mahkama Konstitusi. Undang- undang tersebut di sinyalir sarat dengan kepentingan kapital dalam penanaman modal di koperasi sehingga mengkaburkan azas kekeluargaan.
Miris hati ketika melihat ataupun mendengar bahwa saat ini pemodal asing menjadi penguasa di tanah air kita, pasalnya hampir di seluruh penjuru tanah air terdapat perusahaan asing. Termasuk beberapa hari yang lalu di kabarkan di media bahwasanya SKK MIGAS terlibat sekandal suap oleh perusahaan yang berkantor pusat di singapura. Kalau di tinjau ini tentu berpengaruh terhadap perekonomian bangsa namun pada perinsipnya hal tersebut adalah sebuah pelanggaran hukum yang di nakhodai oleh politik oleh busuk.

Maka dalam tulisan ini dapat kita katakan bahwasanya proses perpolitikan di indonesia masih belum merdeka 100% sebab banyak undang-undang ataupun peraturan baik yang berkaitan dengan ekonomi lahir dari lembaga politik yang tentunya sudah di dikendalikan oleh pihak asing.

Lantas Saat Ini Masihkan Kita Berkata Sudah Merdeka

bangsa yang terjajah

riuh lantang bergema.
hilirnya asa tak berakhir.
gema menyusup ke nadi-nadi.
Menggenggam asa merdeka bangsa negeri.

Bukan apa atau apa yang di pinta.
Pernah lebih dulu sebenarnya mereka ada.
Melayang tak tampak putih bak berkabut.
di kawal hingga akhir.
bergema asa sebuah negri.

Kini kembali bangsa di jajah negri sendiri.
menusuk hingga ke jantung hati.
pemuda tak perduli.
kami semakin tak mengerti.

kucing merah muda

Gerlora membara, Hasrat memburu
Bagai api menyala-nyala

Rindu kian mendalam
Kucing merah muda ntah ke mana

Dinanti selalu dinanti
Jauh semakin menjauh

Ego hati tak terobati
Keras sungguh keras

Lelah hati menyikapi
Perpisahan bukan langkah pasti

Walau
tak tau hendak gimana lagi
Kutak mau hilang asa