var adfly_id = 5799824; var adfly_advert = 'int'; va

Selasa, 23 April 2013

Kesal


Mungkin kau tak pernah tahu apa yang kutulis disini
Yang terkadang tak tereja di setiap syairnya
Yang takkan pernah selesai kurangkai untukmu
Dan tak pernah lelah kugoreskan di tiap aksaranya
Hingga kata yang kupintal menjadikan namamu


Aku mencintaimu layaknya mentari
Yang bergulir sempurna dari kanan ke kiri
Aku mencintaimu seperti sungai
Yang tak berhenti mengalir

Mungkin bagimu rinduku tak berati

Rindu yang tak terbaca yang tak kau pahami maknanya
dan slalu kusimpan serta kurajut dalam hati
semua Tentangmu...
Pada sedikit kisah hidupmu yang pernah kau bagi cerita
Pada sekeping hatimu yang rela kutumbuhi bunga
Tentangmu...
Namamu yang selalu menggetarkan sekeping hatiku...


Namun apa yang aku harap untuk saat ini
apa yang aku pinta untuk nanti
apa yang aku simpan untuk esok pagi
apa yang tersisa dihati
juga apa yg kutunggu setelah malam berganti

ku tak tahu…
aku tidak disini
disuatu tempat, tidak disini

ini ruangku, kosong tanpa tepi
ini paradeku, hanya kusendiri
ini perlintasanku dalam perih

aku, tanpaku,

Aku dengan mu namun seperti tanpamu…
hanya kusendiri…

Kesal Sungguh sangat kesal

Kuselimuti tanya dihati terasa perih menoreh luka…
Ada yang terasa hampa Serasa kosong jiwa dan raga
Kau di sampingku tapi seperti bukan untuk ku



Segenggam Cinta Untuk My Lovely


Sulit bagiku percaya ini
Saat kau kepakkan sayap,
lalu singgah di hatiku..
kau beri aku arti yang selalu sanggup aku pahami
kau nyaris membuka mata untuk sosok aku yang tak sempurna ini
tak butuh waktu lama
untuk aku menyadari bahwa aku telah luluh karnamu.
Terima kasih dariku,
untuk segala ketulusanmu menemaniku,
meski aku tau mungkin masa lalumu lebih indah daripada bersama ku.
Izinkan aku mencintaimu,
menyempurnakan cinta yang ku sematkan di hati mu

AKU TANPA MU


Seperti burung yg terbang dengan satu sayap Mampu melintas awan.
tapi dengan rasa sakit yg tak tertahan
Seperti gelap malam yang hanya di temani bulan, tanpa bintang.
Tanpa rasi yg membentuk gugusan-gugusan indah
Mampu temani jiwa-jiwa sepi meski tanpa keindahan sempurna

Seperti mentari yg kekurangan cahayaTak mampu menghangatkan
meski mampu tuk sedikit menerangi
Seperti aku yang kehilangan setengah nyawa
Masih mampu berdiri meski raga terlalu rapuh
Terselip segumpal luka dalam senyumku
Kehilangan yang teramat perih, perih, sangat perih
Tersiksa batin, tersiksa hati, tersiksa seluruh jiwa-jiwaku

KERINDUAN


Di sekelip cemasku yang mendalam
Terselip kerinduan yang terdalam

Pada gelisahku yang kian gusar
Cemburu di hatiku mulai terbakar

Cemas dengan ketiadaanmu
Rindu akan kehadiranmu
Gelisah menanti kedatanganmu

Cemburu tak menentu
Duhai kau insan tersayang
Jauh pergimu ke tanah seberang
Menyisakan bayangmu dalam bingkai kenang
Akankah engkau segera pulang ?

Cemasku membias curiga
Cemburuku kian membara
Sedang rinduku mengharap
Semua itu hanya prasangka

Wahai insan tercinta
Bilakah kau rasa apa yang kini ku rasa
Ketika tanpamu waktuku berlalu hampa
Adakah kan datang suatu masa untuk kita kembali bersua...

MAHLIGAI CINTA SATU HARAPAN


Wahai….sayang ku!
Adakah engkau mendengar suara ku ini?
Adakah engkau mendengar keluhan hati ku ini?A
dakah englau mendengar jeritan jiwaku ini...?
Sedangkan engkau jauh dari ku…
Jauh dirantauan orang…!
Wahai….manis ku!
Apa yang harus ku katakkan pada mu?
Ketika engkau tiada disisi ku
Seribu kerinduan telah membakar diri ku
Seribu penyesalan telah melanda diri ku
Seribu kenangan menyerang diri ku..!
Tanpa mu Siapalah aku..!
Wahai…sayang ku!
Tahukah engkau…
Betapa diriku ini
Sentiasa gelisah menanti kepulangan mu
Betapa diriku ini
Sentiasa terbayang senyuman manis mu
Betapa hatiku ini
Merasa kekosongan tanpa kehadiran mu
Betapa diriku ini
Merayu mengharap kepulangan mu!
Wahai ….sayang ku!
Maafkan daku…
Wahai…sayang ku!
Kembalilah kepada ku..! —